TATA LAKSANA PENGGUNAAN DAN PERAWATAN VASKULER CHATETER

Apakah yang dimaksud dengan vascular catheter?

Vascath adalah suatu saluran pipa panjang yang terbuat dari karet silastik ataupun plastik yang lunak. Kateter ini mempunyai dua atau tiga jalur masuk yang disebut dengan lumen. Di ujungnya terdapat pintu masuk. Pintu masuk ini memungkinkan sebuah penutup dapat diputarkan menutupi ujung pangkal kateter bila kateter sedang tidak dipakai. Pada tiap-tiap lumen kateter terdapat sebuah klem. Klem tersebut harus senantiasa dikunci ketika kateter sedang tidak dipakai. Kateter akan tetap berada pada tempatnya karena dijahit pada tempat masuknya kateter ke dalam tubuh.

Apakah yang dimaksud dengan permanen catheter?

Vascath adalah suatu saluran pipa panjang yang terbuat dari karet silastik ataupun plastik yang lunak. Kateter ini mempunyai dua jalur masuk yang disebut dengan lumen. Di ujungnya terdapat pintu masuk. Pintu masuk ini memungkinkan sebuah penutup dapat diputarkan menutupi ujung pangkal kateter bila kateter sedang tidak dipakai. Pada tiap-tiap lumen kateter terdapat sebuah klem. Klem tersebut harus senantiasa dikunci ketika kateter sedang tidak dipakai. Kateter jenis ini mempunyai sebuah Dacron Cuff yang melekat pada padanya di bawah kulit. Cuff ini akan menjaga kateter tersebut supaya berada tetap pada tempatnya dan tidak berpindah.

Apakah kegunaan Chateter?

Kateter ini berguna sebagai jalur masuk ke pembuluh darah pada saat hemodialisis. Kateter ini dapat dipergunakan sebagai jalur permanent tetapi lebih sering dipakai sementara menunnggu AV fistula siap ataupun AV graft telah dipasangkan melalui tindakan bedah.

Dimanakah posisi Chteter ketika berada di dalam tubuh?

Kateter dimasukkan ke dalam tubuh oleh seorang dokter. Kateter dimasukkan melalui sebuah insisi kecil di leher ataupun bahu ke dalam pembuluh darah vena yang menuju ke jantung. Vascath dimasukkan ke dalamnya. Pada saat permacath dimasukkan, sebuah jalur akan dibuat di bawah kulit mulai dari tempat kateter memasuki pembuluh darah sampai ke bagian tengah dada. Sebuah insisi yang sangat kecil akan dibuat pada tempat dimana jalur tersebut berakhir dan disinilah kateter akan keluar (sering disebut sebagai pintu keluar).

Perawatan Chateter

Dua tujuan utama dari perawatan kateter adalah untuk mencegah terjadinya infeksi dan menjaga supaya kateter tidak sumbat (clotting). Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya infeksi sangat penting untuk mencuci tangan secara tepat dan teratur, misalnya setelah dari toilet, untuk menjamin tangan tetap bersih.
Sangat penting untuk tidak menyentuh penutup kateter dengan tangan anda demi menjaga tidak terjadinya infeksi silang.

Prinsip Mencuci Tangan

Infeksi adalah komplikasi yang paling sering dari pemakaian kateter. Karenanya mencuci tangan merupakan salah satu pencegahan terhadap infeksi. Meskipun tangan anda tidaklah steril setelah mencuci tangan, namun hal tersebut sangat membantu mengurangi terjadinya resiko infeksi.

1. Lepaskan gelang, jam atau cincin sebelum cuci tangan.
2. Jalankan air mengalir dengan temperature yang diinginkan dan biarkan tetap mengalir selama prosedur cuci tangan dilakukan.
3. Basahi tangan dan telapak tangan.
4. Pergunakan sabun untuk mencuci telapak tangan anda. Sabun disimpan dalam kotak sabun dan hanya dipergunakan oleh anda.
5. Gosokkan telapak tangan yang satu dengan yang lain, pastikan anda membasahi dan mencuci daerah antara jari-jari dan punggung tangan.
6. Prosedur ini dilakukan minimal 10 detik pada saat cuci tangan biasa dan 60 detik untuk membersihkan tangan secara benar.
7. Bersihkan sabun dan keringkan tangan dengan handuk atau kertas tissue. Handuk tersebut hanya dipakai oleh anda sendiri dan diganti setiap hari.
8. Pakailah handuk yang berbeda pada saat mandi.

Penjagaan Chateter

Anda harus memakai penutup plastik yang telah disediakan ketika mandi untuk menjamin perban penutup kateter tetap kering. Cucilah tangan anda pagi hari sebelum dialisis sehingga jika perban tersebut lembab dapat segera diganti. Jika perban lembab maka harus segera diganti. Dianjurkan untuk tetap memakai pakaian selama berada di rumah untuk mencegah kateter anda terkait oleh benda lain.
Anda harus mengukur temperatur 2 x sehari dan mencatatnya pada tabel yang disediakan. Pakailah sebuah tissue lembab untuk membersihkan kateter setelah dipakai. Simpanlah kateter di dalam tabung penyimpanannya. Untuk menghindari resiko kerusakan dan infeksi terhadap kateter sebaiknya anda tidak melakukan pekerjaan berat, berkebun, mengangkat benda berat dan terlalu banyak berolahraga.

Jika suhu tubuh anda > 380C, hubungi Unit Hemodialisis atau IGD

Komplikasi
Infeksi
Tujuan dari perawatan kateter anda adalah untuk mencegah terjadinya infeksi. Namun, kemungkinan terjadinya infeksi dapat saja terjadi. Ada 2 macam jenis infeksi yang berhubungan dengan kateter. Tipe yang 1 adalah infeksi yang terjadi pada lokasi keluarnya kateter dari tubuh (pintu keluar). Jalur ini akan diperiksa setiap hari ketika mengganti perban dan perawat akan mengamati adanya gejala-gejala atau tanda infeksi.
1. adanya rasa nyeri.
2. warna kemerahan.
3. bengkak.
4. keluar nanah atau cairan.

Tipe infeksi yang ke-2 adalah yang terjadi di darah (bakterimia atau septikemia). Gejala pertama yang harus anda perhatikan pada tipe infeksi ini adalah demam. Karenanya, anda harus mengukur suhu tubuh anda 2x sehari di rumah.
Jika anda mengalami salah satu gejala seperti yang tersebut diatas, anda harus segera melapor.

Jika anda mengalami gejala seperti ini :
1. suhu ≥ 380C
2. menggigil
3. keringat dingin

TINDAKAN

Hubungi staf Unit Hemodialisis Rumah Sakit Terdekat
Atau jika diluar jam kerja, hubungi
Unit Gawat Darurat

Emboli Udara

Bahaya masuknya udara ke dalam aliran darah sangat jarang. Namun, jika penutup kateter dibuka tanpa terlebih dahulu meng-klem lumen maka udara dapat lewat melalui kateter. Jika udara masuk ke dalam kateter segera klem, berbaringlah dengan posisi miring dimana posisi kepala lebih rendah daripada badan dan segera hubungi ambulans.

TINDAKAN

1. Klem kateter
2. Berbaring dengan posisi miring, dengan posisi kepala lebih rendah dari badan.
3. Hubungi ambulans.
4. Segera datang ke IGD terdekat

Kerusakan kateter
Kateter terbuat dari bahan yang sangat kuat, tetapi mungkin saja mengalami kerusakan. Jika kateter retak atau terpotong segera klem dibawah tempat kerusakan secepat mungkin.

TINDAKAN

1. Klem kateter
2. Hubungai staf Unit Hemodialisis Rumah Sakit Terdekat
Atau di luar jam kerja, Hubungi
Unit Gawat Darurat

Terbukanya penutup kateter secara tidak sengaja

Jika penutup di ujung pangkal kateter terbuka, langkah pertama dan yang terpenting dilakukan adalah memastikan bahwa klem terpasang untuk mencegah udara masuk ke dalam kateter. Ingatlah, klem harus selalu ditutup jika kateter sedang tidak digunakan.

TINDAKAN

1. Pastikan bahwa klem terpasang
2. Hubungai staf Unit Hemodialisis Rumah Sakit Terdekat
Atau di luar jam kerja, Hubungi
Unit Gawat Darurat

Tertariknya kateter secara tidak sengaja

Anda sudah mengetahui bahwa Vascath berada tetap di tempatnya karena adanya jahitan sedangkan Permacath tetap berada di tempatnya oleh karena adanya dacron cuff di bawah permukaan kulit. Meskipun demikian, tertariknya kateter secara tidak sengaja dapat saja terjadi. Jika hal ini terjadi, ikuti langkah-langkah sebagai berikut :

TINDAKAN

1. Berbaringlah dengan posisi rata.
2. Tekan tempat perdarahan paling tidak 5 menit sampai perdarahan berkurang.
3. jika anda mengalami gejala-gejala berikut, minta tolong pada orang lain untuk menghubungi ambulans.
– rasa sakit di dada atau kepala
– sesak nafas
– oyong/sakit kepala
– perasaan seperti ingin pingsan

4. Jika perdarahan telah berhenti, pasangkan perban yang bersih dan hubungi segera

Hubungai staf Unit Hemodialisis Rumah Sakit Terdekat
Atau di luar jam kerja, Hubungi
Unit Gawat Darurat

Terjadinya aliran darah balik
ika anda melihat adanya aliran darah balik dari dalam kateter, pastikan bahwa penutup kateter tertutup dengan erat dan klem terpasang. Darah itu harus segera dibuang.

TINDAKAN

1. Pastikan klem terpasang
2. Hubungai staf Unit Hemodialisis Rumah Sakit Terdekat Atau di luar jam kerja, Hubungi Unit Gawat Darurat

Oleh ;
Hj. Suriaty S.Kep, Ners
RSUP.H.Adam Malik Medan
2010

Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional PPGII
Perhimpunan Perawat Ginjal Intensif Indonesia
Semarang 22 – 24 Oktober 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s