AIR RO (REVERSE OSMOSIS)

PROSES PEMURNIAN AIR :
1. Penyaring (Filter)
Dapat digunakan pada awal maupun pada akhir proses pemurnian air. Jenis filter yang digunakan antara lain :
a. “Depth Filters” untuk menyaring partikel kasar, dipakai awal proses pemurnian
b. “ Cartridge filters” untuk mencegah membrane RO dari partikel halus yang berasal dari karbon absorbsi yang dipakai
c. “ Microfilters” dan “ultrafilters” mengendalikan kontaminasi kuman dalam system distribusi air { < 100 colony forming units (CFU)/ml dan endotoksin < 0,25 IU/ml. dengan ultrafilter jumlah kuman < 0,1 CFU/ml dan endotoksin < 0,03 IU/ml }.

2. Pelunak air (Softeners)
Menukar ion kalsium dan magnesium dengan ion natrium.

3. Deionisasi (Deionization)
Deionisasi menggunakan resin penukar ion untuk membuang kontaminan ion dari air, menukar ion hydrogen dengan kation (cationic resins) dan ion hidroksil dengan anion (anionic resins).

4. Adsorbsi dengan karbon ( Carbon adsorption)
Adsorbsi oleh karbon-aktif merupakan satu-satunya cara saat ini untuk membuang clhoramin dari air. Chloramin bersifat toksik terhadap tubuh. Karbon aktif juga dapat menyingkirkan kontaminan organic yang ada di air.

5. Reverse Osmosis
Reverse osmosis (RO) menggunakan tekanan tinggi untuk menekan air menembus membrane semipermeabel, menyingkirkan 90 – 99 persen kontaminan-ion dan 95 persen kontaminan ion-ion yang berat molekulnya lebih dari 150. membrane RO juga merupakan benteng yang efektif terhadap bakteri, virus, dan endotoksin. Biasanya air ayang terpakai sebesar 30 – 50 persen dari seluruh air yang melaluinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s