KESEIMBANGAN ASAM BASA

Faktor penentu asam basa
1. Mekanisme Paru
2. Mekanisme dapar kimia
3. Mekanisme Ginjal

Transport oksigen melalui Hb
a. Hb + O2 ↔HbO2
b. Kekanan : reaksi asosiasi terjadi di alveolus, daya ikat lemah namun banyak
c. Kekiri: reaksi disosiasi terjadi di jaringan, O2 banyak bebas
d. Bentuk kurva disosiasi : sigmoid

Transport oksigen melalui myoglobin
a. Mioglobin + O2 ↔oksimioglobin
b. Kekanan : reaksi asosiasi terjadi di sel otot, daya ikat kuat
c. Kekiri : reaksi disosiasi terjadi di jaringan, O2 sedikit bebas
d. Bentuk Kurva disosiasi : hiperbola

Mekanisme dapar kimia
Sistim dapar bikarbonat-asam karbonat
– Sistim dapar fosfat
– Sistim dapar protein
– Sistim dapar hemoglobin

Sistem dapar bikarbonat-asam karbonat

a. Merupakan jumlah terbesar dalam cairan ekstrasel
b. Reaksi terhadap asam :
HCl+NaHCO3 →H2CO3+NaCl
H2CO3 →H2O + CO2
c. Reaksi terhadap basa :
NaOH + H2CO3 →NaHCO3 + H2O

Sistem dapar fosfat
a. Terdapat di dalam sel darah merah dan sel lain terutama tubulus ginjal
b. Terdapat dalam bentuk Na2HPO4 dan NaH2PO4
c. Reaksi terhadap asam :
HCl + Na2HPO4 → NaCl + NaH2PO4
d. Reaksi terhadap basa :
NaOH + NaH2PO4 → Na2HPO4 + H2O

Sistem dapar protein
– Terutama terdapat dalam sel jaringan dan juga plasma
-Bekerja sebagai asam lemah maupun basa lemah ataupun garam basa yang dapat mengikat atau melepaskan ion H+

Sistem dapar hemoglobin
Hb bekerja sebagai asam lemah dan membentuk sistem dapar dengan basa kuat seperti bikarbonat dan fosfat
CO2 hasil metabolisme jaringan berdifusi ke plasma lalu ke SDM
CO2 + H2O →H2CO3 →H+ + HCO3-
H+ + Hb- → HHb
HCO3- + K+ → KHCO3 di dalam SDM
KHCO3 → K+ + HCO3- →masuk plasma
Ion Cl- plasma mengimbangi masuk SDM → KCl

Mekanisme Paru
PaCO2 alveoli berada dalam keseimbangan dengan PaCO2 dan H2CO3 darah
Bila H2CO3 meningkat maka menyebabkan PaCo2 juga meningkat → merangsang pusat napas →hiperventilasi →ekskresi CO2 meningkat

 Hypoventilasi : pCO2↗, pH ↘
 Hyperventilasi : pCO2↘, pH ↗

Mekanisme Ginjal
Gangguan asam basa tidak dapat sepenuhnya dikoreksi oleh fungsi respirasi
Ginjal mengatur pH, air dan elektrolit
Dipengaruhi tekanan osmotik, transport aktif, difusi pasif, transport terfasilitasi
Sel tubulus ginjal mempunyai kemampuan untuk mentransport ion H (proton) dari darah ke dalam urin melawan gradien konsentrasi

Ginjal
Reabsorpsi ion HCO3-,
keadaan normal seluruh HCO3- yang melalui glomerulus akan diabsorpsi kembali dengan pertukaran ion H+ yang dihasilkan oleh sel tubulus dengan ion Na+ yang berasal dari tubulus urin
Asidifikasi garam-garam dapur
Terjadi pertukaran ion H+ dengan garam fosfat, ion H+ akan masuk ke dalam tubulus urin untuk bergabung dengan NaH2PO4 yang dikeluarkan ke dalam urin
Sekresi amonia
NH3 yang akan dibentuk dari oksidasi glutamin diubah menjadi NH4 yang dikeluarkan sebagai NH4Cl

Asidosis Respiratorik
Hipoventilasi mengakibatkan retensi CO2 sehingga kadar H2CO3 (Asam karbonat) naik

HCO3 tetap mengakibatkan ratio < 20 : 1 menjadikan pH < 7,4

H2CO3 naik

Kompensasi Asidosis Respiratorik:
Sistem dapar darah : H2CO3 yang tinggi dalam darah segera dirubah mjd H+ dan HCO3- yang segera dikeluarkan ke plasma untuk meningkatkan garam bikarbonat
Sistem paru-paru : tergantung kemampuan yang tersisa, peningkatan H2CO3 merangsang hipotalamus (hiperventilasi)
Sistem ginjal : bertujuan menurunkan H2CO3 dan meningkatkan garam bikarbonat, dengan cara
– Ekskresi ion H+, retensi Na+ di tubuli proksimal
– Ekskresi ion H+, retensi Na+ di tubuli distal
– Ekskresi ion H+, retensi Na+ serta pembentukan amonia di tubuli distal

Asidosis respiratorik
Terjadi :
– Obstruksi jalan napas,
– Penyakit paru kronis, emfisena, asma (PPOM) dan pneumonia,
– Overdosis narkotik/depresi sistem napas (morfin, barbiturat)
– Poliomielitis (parese otot pernapasan)
Gejala: Kelemahan, disorientasi, pernafasan terdepresi, dan koma. pH urin 29 mEq/ liter.
Penatalaksanaan : perbaikan ventilasi dg bronkhodilator dan bila perlu bantuan pernafasan.

Alkalosis Respiratorik
Pengeluaran CO2 naik menyebabkan H2CO3 turun akibat gangguan sist paru-paru
HCO3 tetap sehingga ratio > 20:1 yang mengakibatkan pH > 7,4.
H2CO3 turun

Kompensasi Alkalosis respiratorik
Sistem buffer darah : kelebihan HCO3- dimasukkan ke dalam SDM untuk dirubah menjadi H2CO3 yang segera dikembalikan ke plasma
Sistem paru-paru: tergantung gangguan yang dialami, jika mungkin hipoventilasi untuk meningkatkan H2CO3
Sistem ginjal : bertujuan meningkatkan garam bikarbonat, reabsorpsi bikarbonat oleh ginjal dikurangi sehingga ekskresi bikarbonat melalui urin ditingkatkan

Alkalosis respiratorik
Terjadi pada:
 gangguan emosional (anxietas, histeria),
 kekurangan 02 (gangguan pertukaran gas paru),
 Rangsangan pusat napas : keracunan salisilat, demam,hiperpnoe di dataran tinggi
 kelainan serebral atau pamakaian bantuan pernafasan.
Gejala : Konvulsi, tetani, dan kesadaran menurun. pH urin normal dan bikarbonat plasma < 25 mEq/liter.
Terapi : Sedasi dan 02 + facemask.

Asidosis Metabolik
Penurunan kadar HCO3-
HCO3 turun mengakibatkan ratio < 20:1 sehingga pH < 7,4
H2CO3 tetap
Kompensasi: pengeluaran CO2 melalui pernafasan ditingkatkan.

Kompensasi
Sistem dapar: H2CO3 melepaskan H+ ke sistem dapar lain diharapakan kandungan garam bikarbonat lebih ditingkatkan
Sistem respirasi : H2CO3 meningkat, berarti peningkatan pCO2, hipotalamus dirangsang (hiperventilasi), membantu penurunan asam karbonat
Sistem ginjal : meningkatkan garam bikarbonat melalui retensi Na+ di tubuli proksimal dan distal, akibatnya garam bikarbonat meningkat

Asidosis metabolik
Keadaan dengan kekurangan HC03-. Terjadi apabila :
Banyak penimbunan asam : diabetes tidak terkontrol atau kelaparan.
Penimbunan asam-asam inorganik fosfat dan sulfat : penyakit ginjal.
Banyak kehilangan HC03' dari drainase gastrointestinal atau diare.
Penimbunan asam laktat pada perfusi jaringan tidak adekuat (syok).
Pemberian NaCI atau NH4CI berlebihan.

Asidosis metabolik
 Gejala-gejala : Stupor, sesak nafas, hiperventilasi, kelemahan, dan gangguan kesadaran, pH urin < 6, pH plasma < 7.35, HC03- plasma 20:1 menyebabkan pH > 7,4
 H2CO3 tetap
 Kompensasi: pengeluaran CO2 melalui pernafasan ditekan

Kompensasi
Sistem dapar darah : garam bikarbonat yang meningkat berusaha menerima H+ dari sistem dapar lain untuk meningkatkan asam karbonat, sambil menurunkan garam bikarbonat
Paru-paru : meretensi CO2 melalui penekanan pusat pernapasan, akibatnya frekuensi napas lambat
Ginjal : mengurangi ekskresi ion H+, akibatnya ekskresi garam NaHCO3 dan Na2HPO4 meningkat, proses pengasaman urin berkurang, pembentukan amonia di tubuli distal ditekan

Alkalosis metabolik
Terjadi pada :
o Keadaan dengan berlebihan bikarbonat.
o kehilangan Cl (muntah-muntah),
o overkompensasi tubuh pada asidosis respiratorik (PPOM) atau kelebihan pemberian Na-bikar-bonat.
Cl dan HC03′ adalah anion yang harus selalu sama dengan jumlah kation. Bila Cl’ hilang, untuk mencapai keseimbangan elektrolit harus ditambahkan sejumlah anion yang sama dengan menahan pengeluaran HC03′ lewat ginjal. Akibat kompensasi ini HC03′ meningkat dan terjadi

alkalosis.
Penurunan kadar K intrasel dapat juga menyebabkan alkalosis metabolik, karena Na + dan H + masuk intrasel. Dengan meningkatnya H + didalam sel maka terjadi asidosis intrasel.

Alkalosis metabolik
Gejala : Otot-otot hiperaktif, tetani, dan depresi pernafasan. Aktivitas otot dan tetani merupakan gejala kekurangan Ca++ yang timbul pada alkalosis. pH urin > 7, pH plasma >7.45 dan bikarbonat plasma >29 mEq/l pada orang dewasa, dan >25 mEq/liter pada anak.

Penatalaksanaan : Pemberian larutan mengandung Cl’ (NaCl, NH4Cl, KCl) atau diamox (carbonic anhidrase inhibitor, untuk menghambat pembentukan HC03′ pada tubulus ginjal). Karena kelebihan ion HC03′ diikuti kekurangan K’+’, kalium harus diganti.
Peningkatan HCO3- terjadi pada pemberian diuresis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s