PENGKAJIAN ANEMIA PADA PASISN PGK

1. Penyebab
a. Defisiensi eritropoetin ( merupakan penyebab utama )
b. Defisiensi besi
c. Kehilangan darah
Plebotomi berulang untuk pemeriksaan laboratorium, retensi darah pada dializer atau tubing, perdarahan gastrointestinal.
d. Hiperparatiroid berat
e. Inflamasi akut atau kronik
f. Toksisitas aluminium
g. Defisiensi asam folat
h. Masa hidup sel darah merah pendek
i. Hipotiroid
j. hemoglobinopati

2. Evaluasi Anemia
a. Dimulai bila Hb ≤ 10 g/dL, Ht ≤ 30 %.
b. Diagnosis laboratorium anemia :
– Hemoglobin, hematokrit
– Morfologi eritrosit : MCV, MCH ( sediaan apus )
– Hitung retikulosit
– Status besi :
• Saturasi tranferin :
ST = KBS/KIBT
KBS : Kadar besi serum atau serum iron ( SI )
KIBT : Kapasitas ikat besi total atau Total Iron binding capacity
• Feritin serum ( FS )

c. Evaluasi penyebab anemia lainnya bila ada kecurigaan klinis.
Contoh :
Uji darah samara feses bila curiga perdarahan gastrointestinal. Coomb’s test bila curiga anemia hemolitik autoimun.
d. Evaluasi penyakit kardiovaskuler
– Angina pectoris
– Penyakit jantung iskemik
– Hipertrovi ventrikel kiri
– Gagal jantung
– Stroke

Catatan :
– Morfologi eritrosit pada anemia defisiensi besi adalah hipokrom mikrositer.
– Feritin serum : karena mahal, diutamakan pada awal evaluasi anemia dan untuk memantau terapi besi intravena.
– Evaluasi p[enyakit kardiovaskuler sebaiknya dilengkapi dengan pemeriksaan ekokardiografi.
– Penilaian Hb lebih akurat dari pada Ht.

Sumber :
Pernefri. Konsensus : Manajemen Anemia Pada Pasien Gagal ginjal Kronik. Jakarta. 2001

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s