PENGELOLAAN ALAT KESEHATAN DI UNIT HEMODIALISA

Jenis Sarung Tangan :
1. Sarung Tangan Bersih
– Adalah sarung tangan yang didesinfeksi tingkat tinggi
– Digunakan sebelum tindakan rutin pada kulit dan selaput lender, missal merawat luka terbuka.

2. Sarung Tangan Steril
– Adalah sarung tangan yang disterilkan
– Digunakan pada tindakan bedah

3. Sarung Tangan Rumah Tangga
– Harus tebal dan bersih
– Digunakan waktu membersihkan instrument, alat kesehatan dan permukaan meja.

Beberapa Istilah :
a. Tehnik Aseptik/Asepsis
Segala upaya yang dilakukan untuk mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh yang berpotensi akan menimbulkan infeksi, dengan cara mengurangi jumlah mikroorganisme dari permukaan benda hidup atau mati hingga mencapai batas aman.
b. Antiseptik
Suatu zat yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit dan jaringan tubuh lainnya.
Contoh : alcohol 60 – 90 %, Chlorhexidin 40 %, Betadin.
c. Dekontaminasi
Adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk mengjilangkan mikroorganisme pathogen yang menempel pada permukaan alat kesehatan sehingga dapat disentuh oleh petugas kesehatan dengan aman sebelum pengelolaan proses sterilisasi selanjutnya. Dengan demikian, dekontaminasi merupakan langkah pertama dalam pengelolaan alat kesehatan bekas pakai. Dekontaminasi dilakukan dengan menggunakan desinfektan. Contoh desinfektan : Alkohol 60 – 90 %, Klorin 0,5 %,

d. Pencucian (Cleaning)
Suatu proses pencucian yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran terutama bekas darah atau cairan tubuh yang menempel pada alat kesehatan.
e. Desinfeksi
Adalah suatu proses yang dapat menghilangkan sebagian mikroorganisme dari alat kesehatan.
f. Desinfeksi tingkat rendah
Meng-inaktivasi sebagian bakteri ( kecuali M. Tuberkulosis ) dan sebagian virus.
g. Desinfeksi tingkat menengah
Dapat meng-inaktivasi M. Tuberkulose, bacteria vegetatif, sebagian besar virus dan jamur.
h. Desinfeksi tingkat tinggi
Dapat meng-inaktivasi seluruh mikroba, termasuk virus hepatitis B dan HIV kecuali bakteri endospora. Contoh : merebus alat di dalam air mendidih selama 20 menit.
i. Desinfeksi Lingkungan kerja ( environmental disinfection )
Digunakan untuk lantai dan dinding yang tanpa ada bercak darah terlihat.
j. Sterilisasi
Meng-inaktivasi semua mikroba hidup termasuk sebagian besar bakteri endospora. Sterilisasi merupakan cara yang paling aman dan paling efektif untuk pengelolaan alat kesehatan yang berhubungan langsung dengan darah.
1. Sterilisasi panas.
– Pemanasan basah uap bertekanan tinggi ( autoklaf )
– Pemanasan kering ( dry heat ) : uap kimiawi, gas etilon oksida ( ETO )
2. Sterilisasi kimiawi
Perendaman dalam bahan kimiawi. Cara ini tidak begitu dianjurkan karena hasil sterilisasi tidak dapat dimonitor secara biologi.
Contoh :
Perendaman dalam Glutaraidehid ( Cidex® ) selama 8 – 10 jam.
Perendaman dalam larutan formal dehid 8 % selama 24jam.

Sumber :
Konsensus PERNEFRI 2006

PERNEFRI. 2006. Rekomendasi Pengendalian Infeksi Virus Hepatitis B, Virus Hepatitis C, dan HIV pada Unit Hemodialisis di Indonesia. Jakarta. Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s