PENGOBATAN HEPATITIS B KRONIK DAN HEPATITIS C KRONIK

A. Pengobatan Hepatitis B Kronik
Indikasi Pengobatan :
Bila HBsAg ( + ) disertai adanya bukti penyakit hati yang aktif, yang ditandai dengan peningkatan SGPT 2 x batas nilai normal, replikasi virus HBV DNA > 10 copi/mL atau dari hasil biopsy.

Obat :
– Interferon-α : 3 mUI, 3x/ minggu selama 3 bulan atau lebih
– Lamivudin : 100 mg/hari, minimal 1 tahun.

Catatan :
– Sebelum pengobatan dengan interferon-α atasi anemia terlebih dahulu dengan terapi besi dan eritropoetin.
– Interferon-α dapat menyebabkan efek samping sitopenia, karena itu pemberian Lamivudin lebih dianjurkan pada pasien dialysis.

B. Pengobatan Hepatitis C Kronik
Indikasi Pengobatan :
– Anti HCV ( + ) dan SGOT menetap ≥ 2 x batas atas nilai normal secara persisten.
– Hepatitis kronik aktif dari hasil biopsy hati.

Obat :
– Interferon-α mU, 3 x /minggu, selama 6 – 12 bulan bila dapat ditoleransi. Respon pengobatan dinilai 6 bulan pasca terapi. Dikatakan berhasil (responder) bila titer HCV RNA tidak terdeteksi atau ≤ 50 IU/mL.

Catatan :
– Pegylated Interferon-α dapat diberikan pada pasien hepatitis C yang menjalani hemodialisis (sesuai dengan indikasi). Dosis 135 µg subcutan 1 x /minggu.
– Ribavirin tidak dianjurkan pada pasien hemodialisis.

Sumber :
Konsensus PERNEFRI 2006

PERNEFRI. 2006. Rekomendasi Pengendalian Infeksi Virus Hepatitis B, Virus Hepatitis C, dan HIV pada Unit Hemodialisis di Indonesia. Jakarta. Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s