VAKSINASI HEPATITIS B

A. Pasien Hemodialisis
1. Indikasi
Pasien dialysis, bila HBsAg ( ­ ) negative dan Anti HBs ( – ) negative.



Catatan :
Pre dialysis lebih cepat dimulai vaksinasi lebih baik.
Serokonversi berhubungan dengan derajat penurunan fungsi ginjal.

2. Evaluasi
a. Pemeriksaan anti HBs post vaksinasi dilakukan 1 – 4 bulan setelah program vaksinasi selesai.
b. Anti HBs diperiksa setiap tahun, bila kadar 10 IU/ml. efek proteksi 10 – 15 tahun.
4. Vaksinasi dosis booster diberikan pada pasien yang sudah imun namun mengalami paparan langsung dengan darah HBsAg ( + ), kecuali bila pasien sudah mendapat booster dalam waktu 12 bulan terakhir.

Sumber :
Konsensus PERNEFRI 2006

PERNEFRI. 2006. Rekomendasi Pengendalian Infeksi Virus Hepatitis B, Virus Hepatitis C, dan HIV pada Unit Hemodialisis di Indonesia. Jakarta. Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s